Berusaha Melarikan Diri Residivis Narkoba Ditembak

Suarakendari.com-Dibui selama satu tahun, tak membuat Ridwan jera menggeluti bisnis narkoba jenis sabu-sabu. Pria yang tinggal di Jalan Gereja Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli ini kembali ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Minggu 21 september 2015 sekitar pukul 19.00 Wita.

Tersangka diringkus di bilangan Kecamatan Mandonga, yang kala itu sedang menunggu pembeli. Setelah diketahui keluar dari penjara, pergerakan Ridwan selalu diintai dan dijadikan target operasi (TO) petugas Ditresnarkoba. Dari tangan tersangka diamankan satu paket besar seberat 10,25 gram yang disimpan dalam bungkusan rokok.

Mengetahui polisi akan menangkap dirinya, Ridwan kemudian berisaha melarikan diri, petugas pun mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, tetap tidak dihiraukan tersangka, dengan terpaksa petugas melumpuhkan tersangka dengan menggunakan timah panas yang tepat mengenai betis sebelah kanan.

Lebih parahnya tersangka tega membohongi istrinya yang sedang mengandung. Kepada istrinya, Naria, Ridwan mengaku sudah bertobat pasca ditangkap polisi dan kini telah bekerja sebagai depkolektor (penagih cicilan) di salah satu perusahaan di Kota Kendari.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) I Ditresnarkoba Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agung Ramos P Sinaga mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan secara detail mengenai cara bagaimana dan dari mana mendapatkan serta alasan tersangka kembali mengedar barang haram tersebut. Karena, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan.

Selain, 10,25 gram sabu-sabu, sambung dia, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti lain, yakni dua unit hanphone (hp), satu bungkus rokok kosong, satu lembar bukti setoran anjungan tunai mandiri (ATM) BNI.
Lebih lanjut perwira polisi dengan dua melati di pundak ini mengatakan, tersangka dijerat Pasal 112 subsider Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Meski telah tertangkap basah memiliki sabu-sabu untuk dijual, namun Ridwan memntah dirinya dituduh sebagai pengedar.

Sementara istri Ridwan bernama Nasria mengatakan, dirinya kaget ketika mendengar informasi suaminya tertangkap lagi dalam kasus dugaan penyalhgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Pasalnya, pasca keluar dari penjara sepengetahuannya suami tercinta yang telah menikahi dirinya empat tahun itu, bekerja sebagi depkolektor. YJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *