Connect with us

Berkicau di Facebook, Mantan Calon DPD RI Ditangkap Polisi

Hukum & Kriminal

Berkicau di Facebook, Mantan Calon DPD RI Ditangkap Polisi

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Setahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran berkicau di facebook, Titing Suryana Saranani (41), warga Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, (Sultra) diamankan polisi, Rabu (22/10/2014) siang.

Mantan calon anggota DPD RI itu ditangkap polisi di rumahnya di jalan Mayjen S. Parman Kendari, oleh tim khusus (timsus) dari Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sultra.

Ali, salah seorang anggota timsus Polda Sultra mengatakan, tersangkan sempat menolak saat ditangkap. Namun, pihaknya berhasil membujuk yang bersangkutan untuk masuk ke dalam mobil.

“ Benar kami sudah tangkap ibu Titing, awal saya bersama satu orang polwan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan petugas yang lain menunggu di luar. Dia sempat meronta saat ditangkap, tapi akhirnya menyerah, selanjutnya kita bawa ke polda untuk diperiksa,” kata Ali dikonfirmasi soal penahanan tersebut, Rabu (22/10/2014) malam.  

Dia menjelaskan, tersangka akan ditahan selama 21 hari mendatang. Polda Sulawesi Tenggara menetapkan Titing sebagai tersangka dalam pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Titing dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat karena dituding membuat tulisan yang menghina dirinya di jejaring sosial Facebook. Dalam Facebook tersebut, Titing menyebut La Ode Rahmat sebagai gigolo.

“Tersangka melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 dan pasal 32 tahun 2008 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Titing Saranani yang berhasil dihubungi melalui telepon selulernya  di polda Sultra membenarkan penangkapan terhadap dirinya. Ia mengaku sedang dimintai keterangan di ruangan Reskrimsus Polda Sultra.

“ Katanya La Ode Rahmat yang melapor, sementara dia mau nikah besok nda mungkinlah dia datang melapor. Ini kan memang saya sudah dengar gubernur suruh, untuk minta kapolda perintahkan anak buahnya ada yang saya di polda, banyak ji temanku di polda sini,” ungkapnya, Rabu (22/10/2014).

Dia mengatakan, seharusnya polisi juga meminta keterangan administrator group facebook , karena setiap anggota yang menulis berhak dihapus dan diterima.

Sebelumnya, pada September  tahun lalu, Titing dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat. Titing dituding melakukan pencemaran nama baik Rahmat di jejaringan sosial dalam group Facebook “Sultra Watch”. Dalam Facebook itu, Titing menyebutkan La Ode Rahmat seorang “gigolo”. Merasa dilecehkan, La Ode Rahmat akhirnya mengadu ke kepolisian

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top