Connect with us

Berjuang Demi Perbaikan Lingkungan Pesisir Morut

Berjuang Demi Perbaikan Lingkungan Pesisir Morut

SUARA KENDARI-Saifudin (48 tahun) bukanlah orang sembarang, di desanya Ia mungkin tergolong manusia langka. Dari tiga ratusan orang warga yang berdomisili dipesisir  kecamatan Moramo Utara, boleh dikata yang peduli lingkungan pesisir dapat dihitung jari, salah satunya adalah  Saifudin.

Bapak tiga anak ini  sehari-hari bekerja sebagai nelayan tangkap dan budidaya di desanya. Kepeduliannya terhadap keberadaan terumbu karang  dan memerangi aktifitas pemboman ikan, menempatkan dirinya menjadi salah satu pejuang lingkungan di desanya.

Ia berkisah, suatu ketika Ia merasakan betapa sulitnya memperoleh ikan, padahal laut cukup dekat dari rumahnya. Kesulitan ini bukan tanpa sebab, aktifitas pemboman ikan telah menyebabkan habitat ikan rusak total. “Banyak sekali terumbu karang yang hancur akibat pemboman ikan, ini membuat kami masyarakat nelayan kesulitan karena ikan sudah tidak ada lagi yang bisa dikail,”kata Saifudin.

Ia pun berusaha memberikan nasihat pada pelaku-pelaku pembom ikan di desanya agar tidak lagi membom ikan, tapi niat baiknya tersebut justeru berbuah cibiran. “Saya dianggap sebagai   penghalang kegiatan illegal mereka,”kata Saifudin  mengenang kisah pilu itu.

Selain dikucilkan tak jarang Ia mendapat ancaman terror dari para pelaku. “Prinsip saya sepanjang niat baik untuk kebaikan bersama, maka saya pantang untuk mundur,”tegasnya.

Tak hanya memberikan nasihat, Saifudin bahkan dengan suka rela memperbaiki kembali terumbu karang yang rusak dengan merehabilitasi karang-karang buatan. Aktifitas saifudin ini sempat dianggap warga sebagai kegiatan orang gila. “Saya tidak peduli dengan cibiran orang, bekerja untuk memperbaiki lingkungan pesisir sudah menjadi tekad saya,”ungkapnya.

Dua tahun bergelut dengan perbaikan terumbu karang, warga pun menuai hasil. Dan ikan-ikan kembali berkembang biak dan warga pun senang.

Dari sanalah Saifudin diam-diam mendapat dukungan sebagian warga terutama para tokoh dan sesepuh kampong serta kepala desa. Bahkan inisiatif membentuk lembaga pengawas pesisir pun dibentuk dengan suka rela. “Alhamdulillah perjuangan saya tidak sia-sia kini banyak warga yang sudah beralih mendukung kegiatan perbaikan lingkungan pesisir,”ujar Saifudin.

Warga dan aparat desa juga membentuk kesepakatan untuk memerangi pemboman ikan, warga dengan suka rela melaporkan setiap temuan aktifitas pemboman ikan, jika perlu diteruskan ke aparat berwajib, sehingga perlahan membuat jera para pelaku.

Atas jasanya itu, kini Saifudin menjadi mitra tetap dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Konawe Selatan, sebagai ketua kelompok kerja mitra bahari. (js)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Konsel Minapolitan

To Top