Connect with us

Bentrokan Berdarah Di Asrama TNI Dipicu Masalah Tanah

Metro

Bentrokan Berdarah Di Asrama TNI Dipicu Masalah Tanah

KENDARI, SUARAKENDARI. Com – Bentrokan berdarah yang menyebabkan tewasnya Erwin (32), warga jalan Bunga Kolusua, Kelurahan Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara dipicu akibat persoalan tanah. Korban meninggal setelah lehernya ditebas sebilah parang oleh Ardi, anak oknum TNI di sekitar asrama kodim 1417/Haluoleo Kendari, Kamis (5/6/2014) pukul 22.15 wita.

Korban mengalami luka iris pada leher sebelah kiri sedalam lima centimeter, selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit korem Kendari. Namun sayang nyawanya tak tertolong, Erwin menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.

Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana mengatakan, kejadian tragis itu berawal saat iwan kakak korban mendatangi kopral kepala (Kopka) Rusdi, anggota TNI di Kodim Kendari. Ia berniat untuk menanyakan tanah yang dibangunkan kios di samping asrama oleh Kopka Rusdi.

“ Saat itu Rusdi langsung menyerang iwan dengan sebilah badik dan tiba korban (Erwin) datang untuk menolong, namun anaknya langsung menebas leher korban dengan sebilah parang,” tutur Anjar dihubungi, Kamis (5/6/2014) malam.

Setelah kejadian itu, lanjut Kapolres, keluarga korban mengamuk dan merusak kios dua mobil dan satu motor dan asrama yang dihuni kopka Rusdi.

“ Petugas berhasil menghentikan aksi balasan keluarga korban, untuk saat ini dua pelaku anggota TNI dan seorang warga diamankan di kantor POM AD Kendari,” terangnya.

Anjar Wicaksana menambahkan, saat ini kasat reskrim Polres Kendari telah berkoordinasi dengan Polisi Militer untuk melakukan proses hukum terhadap tersangka warga sipil.

Sementara jenazah korban penganiayaan sudah dibawa ke rumah duka di jalan Bunga Kolusua, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. (KIKI)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top