Connect with us

BBM Turun, Ongkos Angkutan Tidak Turun

Uncategorized

BBM Turun, Ongkos Angkutan Tidak Turun

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Meski harga BBM jenis bensin sudah diturunkan oleh pemerintah pusat, tapi sejumlah angkutan umum di Wilayah Kabupaten Bombana enggan menurunkan tarifnya.

Padahal lonjatan tarif angkutan umum, disebabkan naikan harga BBM November lalu. Tapi anehnya, setelah harga BBM diturunkan oleh pemerintah 1 Januari lalu (dari Rp. 8.500/liter jadi Rp.7.600), namun tarif angkutan  yang terlanjur dinaikan itu, tetap bertahan atau enggan diturunkan oleh pemilik angkutan.

Untuk angkutan darat tujuan Bombana-Kendari tetap 90 ribu, dari tarif normalnya (sebelum naik BBM) berkisar 70 ribu perorang. Sementara Bombana-Kolaka tetap 140 dari sebelumnya 120 ribu.

Angkutan laut yang paling menyolok. Rute Bombana-Bau Bau melonjak jadi 225 ribu dari sebelumnya 185 ribu. Tarif tersebut berlaku untuk angkutan kapal cepat. Sementara kapal kayu dari sebelumnya 120 ribu menjadi 150 ribu.

Untuk tarif Lokal wilayah Bombana, rute Kasipute-Kabaena untuk Kapal cepat tetap 160 ribu dari sebelumnya 125 ribu. Sementara kapal kayu tetap 125 ribu dari sebelumnya 100 ribu.

Tidak menurunnya  tarif angkutan umum  ini, diresahan oleh sejumlah masyarakat. Purwono (39) warga Bombana mengeluh dengan tarif yang ditetapkan sepihak oleh pemilik angkuntan.

“Dishub (Dinas perhubungan) baik Dishub  provinsi Sulawesi Tenggara maupun Dishub Kabupaten Bombana harus menormalkan tarif angkutan yang sebenarnya. Sebab BBM sudah turun tapi ongkos transportasi tidak turun-turun,” keluhnya.

Padahal dulunya Lanjut Purwono meroketnya tarif angkutan Umum akibat BBM naik. Namun setelah BBM turun, biaya angkutan tidak dinormalkan. “Ini tidak adil dan merugikan masyarakat. Tarif di Bombana harusnya lekas disterilkan oleh pemerintah,” pinta Purwono. DAR

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top