Connect with us

Bayi Lahir Tanpa Batok Kepala Butuh Uluran Tangan

Uncategorized

Bayi Lahir Tanpa Batok Kepala Butuh Uluran Tangan

 

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Orangtua Ralk Hanan,  tak menyangka  bayinya akan lahir  tanpa batok kepala. Pasalnya,  Waode Zalna (22) ibu si bayi malang itu, mengaku saat hamil hingga melahirkan  dalam keadaan normal. Bahkan, ia rutin memeriksa janinnya ke posyandu yang ada di Desa Wakorumba,  Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Saat hamil, tidak ada tanda-tanda atau keanehan dalam kandungan. Cuma, saya tidak diimunisasi waktu hamil,” tutur Zalna dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (15/11/2014) malam.

Namun, kenyataan berkata lain,  saat buah hatinya lahir dengan bantuan bidan desa, si bayi tak memiliki tempurung kepala bagian belakang.  Zalna bersama suaminya, La Rohi (27) sepakat untuk membawa  bayinya dengan menggunakan kapal motor dari desa Wakorumba menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha, Kabupaten Muna untuk pemeriksaan lebih lanjut, pada Minggu (9/11/2014).

Hasil pemeriksaan dokter yang menangani bayi yang berusia enam hari itu, menyatakan kelainan tersebut diakibatkan karena kekurangan asam folat vitamin B 9. Sehingga pihak rumah sakit merujuk bayi laki-laki ke rumah sakit umum daerah provinsi Sultra, Bahteramas di Kendari.

“ Dokter menyarankan anak kami dibawa ke Makassar untuk dioperasi, karena di rumah sakit Bahteramas tidak ada dokter ahli bedah syaraf.  Ke kendari saja kami dibantu direktur rumah sakit raha, apalagi mau ke Makassar bu, tidak ada biaya kasian,” kata Zalna sedih.

Dia bersama suaminya, memutuskan untuk kembali ke kampung dan merawat  anak keduanya itu sesuai dengan kemampuannya. Kendati sang bayi sering menangis karena menahan sakit, akibat batok kepalanya semakin membesar.

“ Kepalanya saya pakai bantal dan diganjal pakai kain, tapi dia bisa menangis kalau posisinya tidak tepat. Waktu lahir agak lepes ji kepala belakangnya, sekarang semakin besar bu,” kata Zalna.

Ia dan suaminya, berharap anak mereka cepat sembuh. Untuk itu, mereka berharap ada pihak yang tersentuh dan mau membantu kesulitan yang dihadapinya. Karena diakui Zalna, hingga kini pemerintah kabupaten maupun kecamatan belum memberikan bantuan ataupun menjenguk bayinya.

“ Kami ini orang tidak mampu bu, penghasilan suamiku sebagai sopir hanya bisa biaya hidup sehari-hari saja. Kalau ada orang mau membantu kami sangat berterima kasih banyak, supaya anakku tidak mengalami kesakitan terus,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, karena orangtuanya tak mampu membiayai operasi, Ralk Hanan, bayi yang lahir tanpa batok kepala belakang dan cairan menjulur keluar, terpaksa pulang ke kampung halamannnya di Desa Wokorumba, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Kiki)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top