Connect with us

Bappeda: Pemerintah Kota Harus Fokus 

Metro

Bappeda: Pemerintah Kota Harus Fokus 

GAS metan merupakan gas terbanyak kedua penyumbang gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Daya rusak senyawa ini 21 kali lipat lebih besar dari carbon dioksida (CO2). Salah satu sumber penghasil gas metan ialah TPA. Gas metan di TPA timbul akibat proses pembusukan sampah.

Di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pemerintah kotanya mulai memanfaatkan potensi gas metan yang dihasilkan TPA Puwatu. Gas metan dilokasi ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pembangkit listrik.

Untuk mengetahui potensi kandungan gas metan di TPA Puwatu, pemerintah kota Kendari  mendapat bantuan dari lembaga kerja sama pemerintah Jerman GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit).

“Tahun 2013 lalu emisi dari TPA berjumlah 11,89 Gg CO2 eq, untuk tahun 2014 ini kita perkirakan sekitar 12,42 Gg CO2 eq,” ujar Kepala Bappeda Kota Kendari Askar saat ditemui akhir Juli lalu.

Setelah mengetahui potensi gas metan yang terkandung di TPA Puwatu, Pemerintah Kota Kendari menargetkan pengurangan emisi gas metan hingga tahun 2020 dengan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA sebesar 20%.

Beberapa strategi telah disiapkan pemerintah untuk mencapai target itu, diantaranya  optimalisasi  pengolahan sampah secara komunal di tempat pembuangan sementara (TPS), peningakatan pengolahan sampah pasar, melengkapi fasilitas pengolahan sampah di TPA dan memaksimalkan pemanfaatan gas dikawasan TPA.

“Jika tahun 2013 jumlah emisi TPA Puwatu sebayak 11,89 Gg CO2 eq, maka setelah ada perlakukan jumlahnya dipekirakan sebesar 7.76Gg CO2 eq tahun 2014 ini, begitu seterusnya hingga tahun 2020 tersisa 2.89Gg CO2 eq,” jelasnya.

Upaya pengurangan emisi di TPA ini, sudah dimasukkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu upaya pengurangan gas rumah kaca yang tercantum dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Gas Rumah Kaca (GRK).

“Pertama mengurangi sampah ditempat timbulnya sampah, terus mengelola sampah di TPS dan mengelola sampah di TPA,”  tambahnya.

Menunjang fungsi TPA agar lebih maksimal, diperubahan APBD tahun 2014, TPA Puwatu mendapat alokasi dana sekitar Rp 1 miliar  untuk pembuatan jembatan timbang dan fasilitas pendukungnya.

Selain itu pemerintah kota Kendari juga akan menjalin kerjasama dengan Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT ) untuk mengembangkan energi alternative yang dihasilkan TPA.

 RAD-GRK Sultra Fokus 3 Bidang

Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Gas Rumah Kaca (GRK) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tertuang dalam peraturan Gubernur no 30 tahun 2012 menyebutkan, emisi RAD-GRK Provinsi Sulawesi Tenggara berasal dari 3  bidang, yaitu  Berbasis Lahan,  Berbasis Energi dan  Pengelolaan Limbah. Tahun 2010 emisi Gas Rumah Kaca di Sultra mencapai sekitar 8.7 juta ton CO₂-eq.

Hasil proyeksi Business as Usual (BAU) Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020 tanpa intervensi aksi mitigasi, menunjukkan bahwa bidang berbasis lahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 88%. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 11.1% dan 1% dari total BAU 2020 di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Untuk menurunkan emisi tersebut Pemerintah Provinsi Sultra sudah menyiapkan sejumlah kegiatan seperti aksi mitigasi di kelompok bidang berbasis lahan yang terdiri dari 24 item kegiatan diantaranya pengelolaan pertanian terpadu berbasis lahan, tanaman, ternak dan energi, Pengendalian Kerusakan dan mempertahan Hutan lahan kering Primer maupun hutan lahan kering sekunder yang masih ada.

Di Kelompok Bidang Energi meliputi 11 kegiatan diantaranya, konversi lampu hemat energy dan Pemanfaatan BBM ramah lingkungan (gas dan biofuel). Dan Rencana Aksi Mitigasi Kelompok Bidang Pengelolaan Limbah juga terdiri dari 11 kegiatan diantaranya, program Peningkatan Sarana-Prasarana Persampahan dan Program Peningkatan Pengelolaan Gas Sampah. (Sumarlin)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top