Bangun Kawasan “Tracking Mangrove” Langkah Penyelamatan Ekosistem

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Pemerintah Kota Kendari, telah menyiapkan lahan pembangunan kawasan Tracking Mangrove di Pulau Bungkutoko dan di Bibir Teluk Kendari Kelurahan Lahundape.

Dua kawasan Tracking Mangrove tersebut ditangani oleh dua SKPD yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Kendari untuk kawasan Tracking Bungkutoko dan Badan lingkungan Hidup untuk Kawasan Tracking Mangrove Lahundape.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, Agus Salim Safrullah, di Kendari, Selasa, mengatakan untuk tahap awal lahan pembangunan kawasan ekowisata alam tracking Mangrove Bungkutoko seluas kurang lebih dua hektare.

“Lokasi ekowisata alam Tracking Mangrove berdekatan dengan Pelabuhan Kontainer Bungkutoko,” katanya.

Anggaran pembangunan kawasan ekowisata tersebut, kata Agus Salim, bersumber dari pemerintah pusat dengan total dana kurang lebih Rp1,5 miliar.

“Tracking mangrove ini dibangun dengan tujuan untuk pendidikan, penelitian dan tujuan wisata darat dengan cara membangun beberapa fasilitas pendukung,” katanya.
Yang terpenting lagi kata Agus, pembangunan kawasan ekowisata tracking mangrove Bungkutoko tersebut sebagai upaya pelestarian mangrove di kota ini.

“Kawasan ini dibangun dengan anggaran satu tahun. Kawasan ini akan tuntas tahun 2016,” katanya.
Sementara untuk kawasan Tracking Mangove Lahundape tahun ini baru mendapat anggaran Rp400 juta yang merupakan sharing dari DAK dan APBD Kota Kendari, untuk memulai pembangunan kawasan kurang lebih satu hektare dari tiga zona kawasan yang sudah dibuat master plannya .

“Ini merupakan bagian penataan kawasan mangrove di Teluk Kendari, baru bisa tangani sekitar ratusan meter persegi. Master plantnya sudah ada. Di dalam kawasan akan dibuat gazebo, trcking untuk pejalan kaki, termasuk bangunan menara pantau,” kata Kepala BLH Kendari, Rusnani.

Dalam penataan kawasan tracking Mangrove tersebut, katanya, pemerintah Kota Kendari berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, agar bisa shering peran dan pendananaan untuk mempercepat penanganan seluruh kawasan mangrove hingga ke Muara Kali Wanggu.

Mangrove ini adalah bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kendari, sayang jika tidak dimanfaatkan atau ditata sebaik mungkin, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat wisata. Ini adalah upaya penyelamatan mangrove agar tetap dijaga kelestariannya. (ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *