Connect with us

Bangun Karakter Pemuda Melalui Cerdas Cermat

Suara Pendidikan

Bangun Karakter Pemuda Melalui Cerdas Cermat

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Segala upaya dilakukan Pemerintah Pusat agar generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tidak terpengaruh dengan ide-ide atau pemikiran dari luar. Salah satu cara yang digunakan yakni dengan menggelar cerdas cermat.

Sekretaris MPR RI, Eddie Siregar mengatakan bahwa cerdas cermat yang dilakukan di 33 provinsi yang ada di Indonesia itu agar generasi muda yang ada saat ini bisa tertanam betul nilai-nilai akan undang-undang sebagai dasar negara.

“Cerdas cermat yang kita lakukan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 lalu, kita ketahui bersama bahwa sejak zaman reformasi masuk, genarasi muda kita ditawari dengan budaya dari luar kami tidak ingin jika generasi muda yang berperan sebagai pelopor melupakan nilai-nilai kebudayaannya sendiri karena telah disusupi,” kata Eddie saat berkunjung di Kota Kendari, Senin (24/3/2014).

Cerdas cermat yang akan diselenggarakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara itu akan berlangsung selama dua hari yakni sejak tanggal 24 sampai 25 Maret. Cerdas cermat terkat empat pilar kebangsaan tersebut merupakan cerdas cermat yang diselengarakan di seluruh provinsi, dari semua provinsi akan dipilih satu terbaik untuk bertanding tingkat nasional.

Ia juga mengatakan melalui cerdas cermat tersebut dapat menanamkan nilai-nilai Undang-undang dan kewarganegaraan kepada siswa secara tidak langsung.

“Sebenarnya ini merupakan salah satu cara kami untuk memicu dan membuka saja serta membangkitkan semangat generasi muda kita, setelah itu pasti akan menambah pengetahuan siswa dengan sendirinya, jadi kalau ingin unjuk rasa pasti dipikirkan dulu tidak asal saja,” tukasnya.

Guna melakukan mengetahui perkembangan siswa tersebut, pihaknya selalu melalukan evaluasi terhadap program yang diadakan tersebut selama dua kali sekali. “Kemampuan siswa kami evaluasi setiap dua tahun sekali, dari hasil evaluasi kami yang lalu mengalami peningkatan sekitar 60 sampai 80 persen pemahaman siswa tentang pilar kebangsaan kita,” ujarnya. (LINA)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top