Connect with us

Astaga, Pasutri Diduga Perkosa Bocah Yatim

Uncategorized

Astaga, Pasutri Diduga Perkosa Bocah Yatim

KONAWE.SUARAKENDARI.COM- Warga Kecamatan Bondoala, Kabupaten konawe, Sulawesi Tenggara, seminggu ini di gemparkan dengan berita aib yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) dan kini menjadi perbincangan warga sekampung. Seorang Bocah, sebut saja (Mawar – Red), 13 tahun, menjadi korban pemerkosaan, yang diduga di lakukan oleh Yohanis alias Lapasao (57), dimana peristiwa bejat tersebut di duga pula dibantu oleh Wegami yang tak lain Istri tersangka, di rumahnya di Desa Mendikonu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe.

Saat di konfirmasi lewat via televon, Senin (24/2), Kapolsek Bondoala, AKP H Anwar membenarkan berita tersebut, berdasarkan laporan Ibu kandung korban (Mawar-Red), pelaku telah di amankan di Polsek Bondoala dan kini dalam pemerikasaan intensif pihak kepolisian, ” Memang benar saat ini kami telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Lapasao dan di telah mengakui perbuatanya di hadapan penyidik saat di periksa” ujar Anwar.

Lebih lanjut Anwar mengatakan, untuk keterlibatan Wegami (Istri tersangka – Red), pihaknya masih mengumpulkan bukti – bukti kuat. Hingga kini Polsek Bondoala telah memanggil beberapa saksi, yakni Mawar, Guru sekolah, dan beberapa tetangga korban. “Untuk sementara baru satu tersangka yang berhasil kami tahan, untuk keterlibatan tersangka lain kuat dugaan ada, namun kami masih perlu mengumpulkan bukti – bukti, dalam waktu dekat ini segera kami infokan,”katanya.

Untuk diketahui kasus ini berawal, ketika Mawar yang sehari-hari berjualan kue sebelum menuju ke sekolah, pada Kamis (6/3) mampir kerumah pasangan Yohanis alias Lapasau dan Wegami yang berniat membeli kue, namun Yohanis tidak langsung membayar melainkan berjanji akan membayar setelah Mawar pulang sekolah. Sepulang sekolah sekitar pukul 12.00 Wita korban yang sudah menjadi yatim ini langsung mampir ke rumah pasutri tersebut, untuk mengambil uang harga kue jajanannya sebesar Rp 5 ribu.

Naas, Mawar malah ditangkap dan tarik masuk rumah. Wegami istri Yohanis sambil memegang tangan Mawar dan membekap mulutnya, sementara Yohanis langsung melaksanakan nafsu bejatnya. Usai melapiaskan nafsunya Yohanispun memberi uang harga kue lalu mengancam akan membunuh Mawar jika buka mulut.

Nasib malang serupa, kembali menimpa siswi yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) tersebut, tidak membuat Yohanis dan istri puas, melainkan dua hari setelah itu, tepatnya Sabtu (8/3) kembali melihat Mawar melintas di depan rumah, Wegami pun kembali membujuk korban untuk masuk ke rumah, korban yang trauma sempat menolak, namun Wegami yang terus ngotot akhirnya sang korbanpun mengalah, ternyata di dalam rumah sudah ada Yohanis, yang siap beraksi dan kembali memperkosa korban.

Namun anehnya usai melakukan peristiwa yang memalukan tersebut, Wegami malah menceritakan perilaku bejatnya bersama sang suami, kepada para tetangga kampung, hingga berita menyakitkan tersebut sampai ke telinga ibu korban.

Sementara itu, Astina ibu kandung korban, kondisi Mawar mengatakan kondisi putrinya hingga kini masih trauma dan sering mengeluh merasa sakit dibagian kemaluannya.”Saat ini kalau bertemu orang harus ditemani keluarga, dia juga sering mengeluh sakit kepala, mual dan nyeri dibagian kemaluan,” Ujar Astina.

lanjut Astina, Putrinya beberapa hari ini sudah malas-malasan ke sekolah dan sering terlihat murung dan menyendiri. “saya juga bingung bagaimana caranya supaya dia kembali seperti dulu, ke sekolah sudah mulai malas karena takut diejek sama teman-temannya, apalagi sebentar lagi dia menghadapi ujian kelulusan,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatnya, polisi menjerat tersangka dengan UU Nomor 23 Tahun 2012, pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman Hukuman Minimal 3 tahun dan Maksimal 15 tahun penjara. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top