Asnawi Syukur: Ada Kompetitor yang Suruh Mereka Demo

Pria bertubuh kurus ini baru pertama kali tampil di pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) berpasangan dengan Rustam Tamburaka. Namun begitu, gelombang penolakan atas dirinya banyak dilancarkan oleh orang-orang yang Ia yakini  merupakan lawan politik. Bahkan kian kencang menjelang pemilihan dan teranyar soal  unjuk rasa  yang menuding dirinya  berijazah palsu.  Kondisi tersebut  membuat Asnawi Syukur, salah satu Calon Bupati  Konawe Selatan angkat bicara. Berikut petikan wawancaranya dengan  Suarakendari.com:

Apakah pendapat Anda soal kabar soal aksi unjuk rasa yang mengaitkan Anda dengan ijazah palsu?

Saya baru dengar kabar itu, tapi menurut saya  biarkan saja mereka berunjuk rasa, toh tuduhan itu tidak benar.

Apakah Anda, benar-benar berijazah palsu?

Saya tidak beli-beli ijazah, saya benar-benar memperoleh ijazah secara benar, dan melalui proses perkuliahan sebagai mahasiswa. Jadi tuduhan tersebut tidak berdasar.

Bisa jelaskan tempat kuliah Anda, Dimana?

Saya  kuliah di Universitas Satria Veteran Makassar setelah integrasi dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar.  Seluruh berkas pencalonan berupa ijazah sudah diverifikasi KPUD. Jadi kalau mereka mau ditanyakan langsung saja ke KPUD kan sudah diverifikasi.

Jadi tuduhan itu tidak berdasar?

 Iya dong, itu tuduhan yang tidak benar dan tanpa dasar yang jelas. Dan saya tau ini ada yang sengaja menghembuskan.

Maksud Anda, ada orang menggerakkan?

Sejak  pertama kali mencalonkan diri, saya sudah banyak  mendapat informasi dari banyak pihak, bahkan ada yang melalui sms langsung ke saya. Mereka mengancam akan membeberkan kasus-kasus menyangkut saya ke publik. Jadi menurut saya , ini sudah lama didesign oleh lawan-lawan politik saya. Termasuk  mereka yang berdemo itu sengaja disuruh oleh salah satu kompetitor saya.

Kira-kira siapa?

Tidak usah saya sebut siapa, tapi dari informasi yang layak dipercaya ini by design salah satu competitor.

Berarti masih ada banyak isu yang dijadikan amuninisi untuk menhantam Anda?

Saya kira begitu, ada tuduhan soal korupsi proyek, soal lelang jabatan di konsel, soal menang kupon putih, termasuk aksi soal ijazah palsu. Ini semua sangat  kental muatan politis dan saya yakin itu suruhan salah satu kompetitor saya. Ini tuduhan sebagai ekses politik yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Ini sudah pasti merugikan Anda, Apakah Anda berniat melakukan hal yang sama?

Biarlah mereka berdemo, itu hak politik mereka dan saya punya niat sedikit pun membalas dengan hal yang sama. Biarlah Tuhan yang membalas mereka. Toh, saya maju juga untuk kepentingan daerah saya. Saya maju sebagai calon bupati karena terpanggil untuk membangun daerah kelahiran saya dan berusaha sekuat tenaga membangun bersama rakyat.Sudah terlalu lama masyarakat konsel terjajah di negeri sendiri. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *