Connect with us

Aroma Korupsi Anggaran di Pembangunan Masjid Al Alam

Metro

Aroma Korupsi Anggaran di Pembangunan Masjid Al Alam

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Pembangunan masjid Al Alam telah memasuki tahun ke tiga, namun disayangkan, sejak awal pembangunan  baru sepuluh tiang penyangga utama yang terbangun. Disamping tiang penyangga lain yang baru berupa besi dan belum dilapisi beton. Tak pelak  aroma dugaan korupsi pun menyeruak di proyek yang sudah menghabiskan dana puluhan miliar rupiah tersebut.

Informasi yang diperoleh suara kendari dari seorang sumber menyebut, bahwa, dana yang digelontorkan bukan 30 Miliar seperti informasi yang ada selama ini, melainkan 38 miliar rupiah dari total anggaran yang dibutuhkan kurang lebih 200 miliar rupiah.   Dana sebesar itu terpakai untuk membiayai sejumlah item kegiatan, diantaranya, untuk dana desain dan pembangunan tiang pancang masjid.  Menariknya, khusus item anggaran desain masjid konon sudah mencapai 10 miliar rupiah.

“Sangat disayangkan, sudah puluhan miliar dana APBD digelontorkan namun baru 10 tiang bangunan yang berhasil dibangun, ini harus diaudit,”kata sumber pada suara kendari.com.

Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sultra, Abu Hasan membenarkan jika dana pembangunan kini sudah mencapai puluhan miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk beberapa item kegiatan, diantara pembangunan tiang pancang. “Saya kira pembangunan tiang pancang memang membutuhkan dana besar sehingga banyak terserap di kegiatan itu,”kata Abu Hasan.

Menurut Abu Hasan, alokasi penggunaan anggaran pembangunan mesjid telah melalui aturan, dimana sudah  melalui audit lembaga keuangan seperti BPKP serta melalui persetujuan DPRD Sultra, sebagai langkah transparansi  demi menghindari korupsi.

Semula lanjut Abu Hasan, rencana pembangunan  masjid Al Alam berharap dari dana stimulus tambang, namun seiring ditutupnya tambang anggaran membangun masjid  seluruhnya dibebankan pada dana APBD. Namun, belakangan persetujuan pemberian dana tambahan  untuk masjid menuai protes dari sebagian anggota   dewan provinsi.

“Saya dengar dari Kadis PU, dalam APBD Perubahan pemerintah akan meminta lagi tambahan dana untuk pembangunan Masjid Al-Alam, tapi kami akan bertahan dan tidak akan memberikan tambahan lagi jika investor yang selama ini digaungkan tidak nyata, karena APBD kita juga harus membiayai kebutuhan lain yang lebih penting,”kata La Pili, Wakil Ketua DPRD Sultra.

Sayang  unsur pimpinan DPRD  Sultra lainnya yang berusaha dihubungi tidak berani berkomentar. Wakil Ketua DPRD Sultra  Muhammad Endang SA misalnya, memilih menghindari pertanyaan wartawan dengan mengatakan masih sibuk mengurus pesta keluarga. “Tulis saja, saya lagi sibuk urus pesta keluarga, nanti saja kita ketemu ya,”ujarnya sambil mematikan handphone.

Keengganan para anggota dewan ini tentu menimbulkan tanda tanya, terutama soal andil dewan mengetuk palu anggaran yang sudah terlanjur digelontor untuk pembangunan pemerintah  tersebut. Kolaborasi menggelontorkan dana atas nama pembangunan ini tentu harus segera ditindaklanjuti aparat berwajib, mengingat dana yang digunakan adalah dana publik yang nota bene harus melalui pertanggung jawaban hukum.

Nah, jika rencana pengajuan 6 miliar rupiah sebagai dana tambahan yang bersumber dari dana APBD diloloskan maka total dana sudah mencapai 44 miliar rupiah. YOS

 

1 Comment

1 Comment

  1. ipoy unh

    August 31, 2014 at 11:36 pm

    itu cm proyek pencintraan aja.sy yakin tidak bkl jd apa lg jembatan bungkutoko.cm jd santapan lezat para koruptor.jgn muluk2 deh membangun yg realistis aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top