Connect with us

ANTAM Butuh Modal Tujuh Triliun, Ketua Komisi VII DPR RI Masih Pikir-pikir

Direktur Pengembangan PT. Antam, Tbk Hendra Santika

Bisnis

ANTAM Butuh Modal Tujuh Triliun, Ketua Komisi VII DPR RI Masih Pikir-pikir

KOLAKA,SK.COM- Direktur Pengembangan PT. Antam, Tbk Hendra Santika mengatakan saat ini pihaknya tengah membutuhkan bantuan modal dari pemerintah pusat. Jumlahnya pun tidak sedikit, yaitu sebesar Rp. 7 Triliun, yang dimana dana tersebut sangatlah dibutuhkan oleh Antam guna menormalkan perekonomian perusahaan milik Negara tersebut.

Secara rinci, dia mengatakan jika tidak ada dana penyertaan modal dari pemerintah kepada Antam maka tidak akan dampak yang signifikan terhadap pendapatan perushaan. “Jadi kalau tidak ada dana pernyataan modal, maka kita katakana sampai tahun 2020 perusahaan ini hanya akan mengandalkan dua proyek, yaitu pabrik Fero Nikel dan pabrik Kemikel Almina. Pasti tidak akan berdampak signifikan,” katanya.

Secara terpisah, ketua komisi VII DPR RI Tamzil Lindrung menanggapi permintaan Antam tersebut. Kata dia, dengan adanya permintaan itu tidak serta merta akan dipenuhi. Pihak DPR RI khususnya komisi VII akan mempertimbangan segala hal sebelum menindak lanjuti permintaan perusahaan BUMN tersebut.

Disela-sela kunjungannya bersama sejumlah anggota komisi VII DPR RI yang lain, Tamzil Lindrung menegaskan ada beberapa hal yang harus dipelajari dulu. Termasuk dampak dari perkembangan daerah dan pusat ketika dana penyertaan modal itu dikucurkan ke pihak Antam. Apalagi danaya mencapai Rp. 7 triliun.

“kita akan melihat urgensi permintaan PT Antam terkait Dana Penyertaan Modal pemerintah untuk perusahaan tambang nikel milik negera itu. Yang terpenting adalah jika bermanfaat bagi social ekonomi masyarakat pasti kita setujui. Kalau sejauh ini saya lihat Antam sudah cukup bagus membangun daerah ini. Dan minggu depan kita akan bahas masalah ini di komisi VII DPR RI dan kedatangan kami ini masih berkaitan dengan hal itu, sejauh mana kontribusi Antam kepada daerah,’ cetusnya.

Sementara itu ditempat yang berbeda, Herman S, pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Lider Sulawesi Tenggara berpendapat seharusnya pihak DPR RI khususnya komisi VII tidak serta merta mengabulkan permintaan Antam itu. Menurutnya harus dilakukan kajian mendalam untuk melihat perhatian Antam kepada Kolaka.

“Bukan hanya datang satu hari baru bilang Antam sudah bagus. Itu tidak etis. Masih banyak hal yang dinilai Antam belum melakukan perubahan besar selama berada di Kolaka. Apalagi kalau diberikan modal sebesar itu dan Kolaka tidak merasakan apa-apa. Ini keliru, cobalah menggelar dialog langsung bersama rakyat Kolaka, jangan hanya sekerdil itu menilai Antam sudah bagus di Kolaka,” tegasnya. (Man)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top