Connect with us

Anggota TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Bacokan

Uncategorized

Anggota TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Bacokan

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM- Mashuri Manther (35 tahun), ditemukan tewas dengan tubuh terdapat luka bacokan. Korbaa yang tercatat sebagai angota TNI dan bertugas sebagai Badan Pembina Desa (Babinsa) di Desa Matausu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka diduga ditebas dengan sebilah parang oleh sekelompok orang tidak dikenal di Desa Matausu. Akibatnya korban mengalami luka serius dibagian leher hingga nyawanya tak dapat tertolong.

Hasil visum di Puskesmas Watubangga seperti ditulis Anton Ferdinan dalam laman facebooknya, Mashuri mengalami luka dibagian lengan kanan yang nyaris putus, dibagian belakang dan dada.

Mendengar laporan oknum anggota TNI Kesatuan Danramil Watubangga di bacok TNI langsung mengirim anggota  untuk mengevakuasi jenazah almarhum.

Tragis memang, warga yang membacok mashuri diketahui bernama Jusman sempat menyandera Mashuri yang sudah dalam kondisi tak bernyawa. 

Sayangnya, tiga orang anggota TNI yang terjun langsung ke TKP namun tidak dapat memasuki lokasi karena telah diblokade sekelompok warga. Aparat TNI kemudian menurunkan bantuan dari kesatuan 725 Kompi B dan bantuan dari Kapolres Kolaka. Karena warga di Desa itu tetap menyadera jenasah almarhum akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.

Menurut Makmur Manther, saudara kandung Mashuri, sebelum Mashuri berangkat ke Desa Matausu, Ia sempat ditelepon Kepala Desa Matausu dan menginformasikan bahwa di desa itu ada perselisihan pendapat warga setempat. Mashuri mendapat telpon dengan sigap langsung terjun ke lokasi. Rupanya dalam perjalanan itu ia dihadang dan dihabisi sekelompok warga. Menurut keterangan saat terjadi peristiwa kades sempat menyaksikan peristiwa itu.

Dandim 1412 Kolaka usai memimpin upacara persemayaman secara militer di Pemakaman Umum Rakadua Poleang Barat (12/4) menjelaskan bahwa di Desa Matausu tempat Mashuri bertugas memang medannya berat dan masyarakatnya menganut aliran yang diduga aliran sesat. Dan ini sedang di pantau petugas kami. Mashuri yang berpangakt Kopral Dua (Kopda) diberikan pangkat anumerta karena gugur dalam bertugas. TIM

3 Comments

3 Comments

  1. Andi Jumawi

    April 14, 2014 at 9:36 pm

    Sungguh sangat disayankan jika kejadian ini tak segera dituntaskan mengingat aparat negara yang sedang melaksanakan tugas telah dianiaya hingga meregang nyawa semestinya dilindungi oleh masyarakat, bukan justru menganiayanya hingga tewas. Jika demikian maka TNI-POLRI perlu lakukan upaya sterilisasi jika benar ada aliran sesat didaerah tersebut.

    • Yos Hasrul

      April 16, 2014 at 10:49 am

      benar sekali. kasus ini harus diusut tuntas

  2. Heri

    April 24, 2014 at 10:37 pm

    Habisi aja semua,biar tdk menyebr kmana2,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top