Connect with us

Anak Bupati Konawe Utara Bantah Menipu Hingga Rp 2,8 Miliar

Uncategorized

Anak Bupati Konawe Utara Bantah Menipu Hingga Rp 2,8 Miliar

KENDARI, SUARAKENDARI.COM – Anak bupati Konawe Utara, Ruslan Aswad yang dilaporkan melakukan penggelapan dan penipuan sebesar Rp 2,8 miliar, akhirnya memenuhi panggilan penyidik polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (3/9/2014).

Dengan menggunakan kendaraan dinas jenis Hilux bernomor polisi DT 9037 M, Ruslan berbalut kemeja batik diperiksa penyidik polda selama tiga lebih. Ia diperiksa di ruangan Kanit 1 Subdit 2 Reserse dan Kriminal Umum Polda Sultra.

Ruslan mengaku, hanya memberikan klarifikasi terhadap laporan dugaan penipuan yang ditujukan kepada dirinya.

“ santai saja, cuman klarifikasi saja. Saya istirahat dulu, lapar sekali,” singkatnya saat dikonfirmasi usai pemeriksaan.

Ruslan juga terlihat kaget saat ditanyai tentang laporan dugaan penggelapan dan penipuan sebesar Rp 2,8 miliar. “ Waduh, saya tidak tau itu. Nantilah dilihat dari hasil pemeriksaan polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasub dit PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menjelaskan, penyidik melayangkan 15 pertanyaan kepada saksi terlapor.

Pihaknya tengah mendalami kasus penipuan dengan pelapornya Arifuddin salah seorang kontraktor yang telah menyerahkan dana sebesar Rp 400 juta kepada Ruslan.

aporan Arifuddin ada 400 juta, 2,8 miliar semuanya. Tapi pelapornya beda, ada Haji La Aba wakil ketua DPRD Wakatobi,” terangnya.

Meski anak bupati menyangkal perbuatannya, namun kata Dolfi, penyidik telah mengantongi bukti-bukti dari pelapor.

“ Rencananya besok penyidik akan memeriksa Yusuf salah seorang tim sukses yang dilaporkan telah mengambil dana dari pelapor,”terangnya.

Sebelumnya, Ruslan anak bupati Konawe Utara dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Kasus ini berawal pada tahun 2011, AS Ruslan yang menjabat sebagai dinas PU menjanjikan paket proyek kepada salah seorang kontraktor bernama Arifuddin dengan syarat menyerahkan dana sebesar Rp 2,8 miliar.

“Terlapor AS Ruslan dan Iswahyudin meminta uang kepada korban untuk biaya operasional pemilihan ulang yang sedang digugat di Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2011 kala itu. Saat itu, calon bupati Konawe Utara adalah ayah mereka yakni Aswad Sulaiman, korban dijanjikan akan diberi paket pekerjaan jika orangnya berhasil menjadi bupati,” ungkapnya.

Terbuai janji anak bupati, Arifuddin kemudian memberikan bantuan dana secara tunai yang diberikan bertahap. Namun, setelah ayah terlapor menjadi bupati, proyek yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan. Korban pun berusaha untuk menanyakan hal itu, Ruslan enggan bertemu. “Sehingga korban memilih melaporkan kasus itu ke polisi, karena ia sangat dirugikan,” ungkapnya.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top