Connect with us

Aliansi Lintas Partai Bombana Siap Gugat Pileg ke MK

Hukum & Kriminal

Aliansi Lintas Partai Bombana Siap Gugat Pileg ke MK

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Bobroknya pelaksanaan Pemilu Legislatif (pileg) 9 April lalu memicu ketidak puasan sejumlah kontestan partai politik di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Aliansi Lintas Partai Bombana siap menggugat pelaksanaan Pileg ke Mahkamah Konstitusi (MK) akibat banyaknya aturan yang ditabrak atau dilanggar ditiap jenjang tahapan pileg.

Fadly Lasama, salah seorang penggagas penggugat menegaskan, pihaknya sedang menyusun konstruksi hukum untuk menggugat sejumlah pelanggaran pileg yang terjadi di wilayah kabupaten Bombana.

“Kami sudah siapkan materi gugatan beserta alat buktinya. Konstruksi hukum sedang disusun dan hampir rampung. Yang jelas, kami tidak ingin kebobrokan ini lewat begitu saja, hingga merusak tatanan Demokrasi. Sangat banyak aturan yang ditabrak dan unikya, praktek itu merugikan sejumlah partai politik dan menguntungkan partai tertentu,” pungkas Fadly

Beragam pelanggaran itu kata aktivis LSM Sikoci Bombana ini mulai dari indikasi kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara, terjadinya perselisihan atau dugaan penggelembungan suara, hingga keterlibatan oknum birokrasi.

Fadly juga menyebut keterlibatan sejumlah pejabat teras, oknum pengambil kebijakan hingga pengerahan sejumlah perangkat PNS untuk memilih caleg dipartai tertentu di Bombana.

“Tunggu saja, semua gamblang dalam materi gugatan kami. Semua akan dibeberkan di hadapan MK dan juga ke awak media bila gugatan ini rampung,” ancamnya.

Tapi sayang, Fadly masih enggan mempublis sejumlah nama parpol yang tergabung dalam aliansi penggugat pileg 2014 tersebut. “Untuk sementara saya kasi tahu bocorannya, sudah sembilan parpol siap menggugat. Siapa saja itu, nanti saya beberkan jika materinya sudah rampung dan siap ke meja MK,” tegasya

Fadly berharap kepada pegiat demokrasi dan masyarakat umum, bersama-sama mengawal proses gugatan ini hingga ke MK. ” Bobroknya ditiap tahapan Pileg ini, telah mencederai hajatan (keinginan) masyarakat. Tatanan demokrasi pemilu ditabrak begitu saja, apalagi terindikasi dilakukan secara masif. Ini layak digugat untuk kehormatan pemilu, proses demokrasi, hingga integritas penyelenggara.” tukas Fadly

Sebelumnya, dua parpol peserta pemilu, layangkan keberatan atas kinerja penyelenggara pemilu saat Pleno rekapitulasi perhituang Suara KPUD Bombana April lalu. Keduanya parpol tersebut yakni Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang (PBB) dengan mengisi form DB-2 sebagai tanda keberatan atas kinerja pemilu yang ditujukan kepada Panwaslu Kabupaten Bombana. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top