Connect with us

Akses “Perampok Kayu” di Poleang Barat Diputus

Suara Lingkungan

Akses “Perampok Kayu” di Poleang Barat Diputus

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-  Maraknya perampokan kayu di wilayah Kecamatan Poleang Barat membuat Dinas Kehutanan Kabupaten Bombana makin gerah. Karena itupula pihaknya akan berusaha memutuskan akses dan mata rantai pelaku ilegal logging di wilayah perbatasan Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka itu.

“Kita akan memutuskan akses pelaku ilegal logging di wilayah ini, agar hutan kita dapat terjaga,berbagai strategi dan program telah kita siapkan untuk itu,”kata Muh.Rukisah Kadis Kehutanan Kabupaten Bombana pada acara Seminar Pencadangan Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Bombana di Rakadua, Selasa (21/10) kemarin.

Menurut Rukisah, salah satu potensi hasil hutan yang terbesar di Kabupaten Bombana berada di wilayah poleang, karena itu tidak mengherankan jika daerah ini terus menjadi incaran pelaku ilegal logging. Dengan kondisi daerah perbatasan menjadikan wilayah ini sulit diamankan. “Bayangkan hasil hutan kita dijarah, hanya dengan menyebrang sungai Toari sebagai batas kabupaten dan juga batas alam, pemerintah kabupaten Bombana sudah tidak berdaya karena sudah masuk wilayah hukum kabupaten tetangga.

Lanjut Rukisah dengan menyebrangkan kira-kira 10 meter saja hasil hutan dari bombana berupa kayu rimba campuran dan lainnya maka sudah tidak dapat ditindak karena disana sudah menjadi wilayah hukum kabupaten kolaka dan surat-suratnya sudah disiapkan,” urainya.

Melihat kondisi demikian itu, Kadishut Kabupaten Bombana terinspirasi membangun “polisi tidur” di area yang menjadi jalur penyebrangan kayu hasil jarahan itu. Polisi tidur dinilai lebih murah biayanya dengan membuat portal atau berupa parit dengan kedalaman 5 sampai 10 meter. tanah galiannya diangkat sehingga menutup akses roda empat yang setiap hari mengangkut hasil hutan Kabupaten Bombana.

Bupati Bombana, Tafdil, SE.MM. mengaku mengapresiasi ide dan gagasan Kepala Dinas Kehutanan Bombana. “Saya setuju, dengan ide Kadis Kehutanan membangun parit dengan kedalaman 5 meter dan luas sampai 10 meter sehingga akses roda empat yang mengangkut hasil hutan berupa kayu olahan dari wilayah Poleang Barat bisa dikurangi,”kata Bupati ketika membuka acara seminar pencadangan areal hutan kemasyarakatan di Rakadua Poleang Barat Kabupaten Bombana.

Kata Bupati, terdapat 8 akses yang akan diputuskan jalurnya di kawasan hutan Keacamatan Poleang Barat, karena itu pihaknya meminta agar unsur muspika dan pihak terkait serta masyarakat terus mendukung program Kadishut Bombana agar pelaku ilegal logging dapat dikurangi. “Ratusan meter kubik kayu yang diantar pulaukan dari wilayah Bombana, hanya dengan menyebrangkan di perbatasan Kabupaten Bombana, sudah tidak bisa ditindak karena sudah masuk area dan wilayah hukum kabupaten lain”kata Tafdil.

Camat Poleang Barat, Asril, S.Sos. menyabut baik gagasan dan ide Kadishut Bombana dengan membuat parit yang akan memutuskan akses penyebrangan kayu dari kawasan hutan Bombana. Sebagai bentuk dukungan tersebut, sesaat setelah acara seminar yang digelar sehari itu. Camat Poleang Barat bersama Kepala Dinas Kehutanan langsung menuju lapangan di kawasan Desa Babamolingku guna memastikan tempat yang akan diputuskan akses keluar yang selama ini menjadi jalur lalulintas angkutan kayu dari Poleang Barat. (Anton Ferdinan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top