Connect with us

AJI Kendari Terbitkan Buku Lingkungan

Metro

AJI Kendari Terbitkan Buku Lingkungan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Organisasi wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari menerbitkan buku bertema lingkungan. Buku berjudul “Menjaga Bumi” merupakan buah karya para jurnalis yang tergabung dalam organisasi pers terbesar di Indonesia tersebut.

Buku setebal 112 halaman berisi tentang catatan jurnalis tentang isu lingkungan hidup di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Tenggara. Tulisan ini merupakan karya para jurnalis terbaik peraih fellowship penulisan lingkungan hasil kerjasama AJI Kendari dan organisasi donor dunia Development and Peace asal Kanada.

Beberapa judul yang menarik dapat disimak dari isi buku diantaranya, paparan tentang hasil monitoring jurnalis AJI terhadap isi pemberitaan media terkait isu lingkungan di Sulawesi Tenggara.

Tulisan-tulisan dalam buku ini memang cukup beragam isu dan tentu saja judul yang menarik, seperti tentang isu air yang ditulis Ulfa, jurnalis perempuan dari Harian Kendari Pos dengan judul “Menjaga Hulu Demi Warga di Hilir” yang berkisah tentang tata kelola air Konawe Eha dimana Kota Kendari sebagai penerima dampak dari aktifitas pelestarian DAS diminta untuk menanggung beban jasa lingkungan bagi pelestari Daerah Aliran sungai di bagian hulu Sungai terbesar di Sultra.

Ada pula sorotan liputan wartawan atas aktifitas pertambangan di daerah Kolaka berjudul Hancurnya Biodiversity di Laut Pomalaa. Berisi tentang sorotan tata kelola tambang yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah lingkungan hidup sehingga menghancurkan ekosistem wilayah pesisir yang berdampak pada kehidupan warga pesisir Pomalaa.

Isu lain yang ditulis dalam buku pertama AJI Kendari ini, yakni, terkait isu Pauna ditulis dalam judul “Anoa di Fase Endangered Species” dan “Kima Pahlawan Laut yang Belum Dilindungi”. Dua judul menarik untuk dibaca, isi tulisan berisi tentang nasib Anoa (hewan dilindungi) yang selama ini menjadi simbol daerah Sultra, kini dalam kondisi memprihatinkan, karena, jumlahnya yang kian menyusut. Diduga perburuan liar dan pembukaan kawasan perkebunan dan pertambangan membuat anoa dan semakin sulit ditemukan di habitatnya. Kondis semakin parah karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Sedangkan Kima biota laut dilindungi juga bernasib sama tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

Masih dari buku yang sama, beberapa judul mmenarik juga disajikan seperti, “Pemulung laut di Teluk Sampah”, “Mengurai Benang Kusut Ancaman banjir di Kendari”, “Hutanku Dijarah, Maduku Hilang”, “Warga Manfaatkan Gas Metan dari Sampah”, “Teluk Kendari di Titik Jenuh” serta “Potret Buram Pertambangan Terbuka di Kabaena”. Peluncuran buku karya wartawan lingkungan ini dilakukan sesaat dialog publik yang selenggarakan AJI Kendari di Swisbell Hotel, Sabtu (20/9).Yos

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top