Connect with us

Ahmad Safei :Umar Bakri di Kolaka Paling Sejahtera, Tetapi Paling Bermasalah

Uncategorized

Ahmad Safei :Umar Bakri di Kolaka Paling Sejahtera, Tetapi Paling Bermasalah

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- “JadiI guru jujur berbakti memang makan hati” sepenggal kata ini terdapat pada lagu Iwan Fals yang berjudul Guru Umar Bakri. Lagu yang berdurasi sekitar 4 menit lebih ini memang menggambarkan secara jelas kehidupan para guru. Salah satunya sebagai PNS yang berdedikasi tinggi tapi minim kesejahteraan.

Namun kali ini bukan lagu legendaries dari sang maestro music Indonesia tersebut yang akan kita bahas, melainkan posisi seorang guru di zaman millennium ini. Bupati Kolaka, Ahmad Safei justru menilai sebaliknya dengan lirik lagu Iwan Flas. Kata dia, khusus di Kolaka, guru adalah seorang PNS yang sangat sejahtera dari segi gaji dan tunjangan, tetapi juga paling bermasalah.

Dia menggambarkan banyaknya kasus dan temuan langsung dilapangan melibatkan seorang oknum guru yang tidak lagi memegang fungsi utamaya sebagai seorang pendidik. “Punya gaji, tunjangan dan sebagainya. Namun tidak sebanding dengan kinerja sebetulnya. Saya banyak menjumpai oknum guru yang lebih mementingkan bisnis ketimbang menjalani kewajibannya sebagai seorang pendidik,” katanya, Jumat (16/05/2014).

Bahkan kata dia ditengah upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia justru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggnug jawab.

“Bayangkan 20 persen APBN negara ini peruntukkan ke bidang pendidikan. Itu paling besar jika kita bandingkan dengan sektor yang lain. Tujuannya agar mutu pendidikan kita bisa ditingkatkan. Jadi secara kesejahteraan guru itu diatas segalanya bagi kalangan PNS. Yang kemudian jadi masalah kita di Kolaka, kenapa guru yang paling bermasalah. Ini yang harus kita ubah,” jelasnya.
Pernyataan Ahmad Safei ini dikatakan saat memberikan sambutan sesaat setelah melantik 26 kepala sekolah. Bupati Kolaka ini melantik 16 kepala SD, 4 SMP, 1 SMA, dan 5 SMK. “Kenapa saya sampaikan seperti ini sebab agar menjadi pembelajaran kita bersama. Perlu kita ingat, kepala sekolah itu juga guru, jadi kepsek itu bukan jabatan tetapi tambahan tugas. Nah untuk saudara yang dilantik hari ini tetap menjnadi guru dan jangan menjadi guru yang juga bermasalah,” tegas Ahmad Safei.

Secara gambling, Ahmad Safei memberikan contoh yang nyata saat dirnya menjadi camat 12 tahun lalu di Watubangga. Yang dimana sebuah sekolah bukannya menguji (Ujian Nasional, red) para siswa, justru menggelar olahraga sepak bola. Ternyata disaat jadwal UN itu para guru tidak berada ditempat. Ironinya, sang kepala sekolah justru sibuk berbisnis kayu. Maka dari itu para kepala sekolah yang baru saja dilantik diharapkan tidak mengulang kesalahan tersebut.

“Jadi seluruh soal UN dan administrasi sekolah itu dikerjakan dirumah kepala sekolah dengan bantuan seorang staf. Ini yang harus kita cegah supaya tidak terulang. Baru-baru ini juga saya temukan sekolah yang memiliki 18 guru honor. Sementara guru definitifnya 11 orang. Seluruh aktifitas disekolah itu dikerjakan oleh guru honor, yang sudah PNS malah dating saja mengintip baru pergi lagi. Rusak system pendidikan kita kalau oknum guru yang ada punya watak seperti itu.

Sebelum berakhir, Bupati Kolaka memberikan peringatan keras kepada mereka yang akan melanggar sumpah jabatannya. “dari sejumlah gambaran tadi, kalau ada kepala sekolah yang tidak bisa bekerja baik dan menomor duakan kewajibannya maka saya akan buatkan SK pemecatan sebagai kepsek. Sekalipun itu disekolah yang bersangkutan,” tutupnya. ABDI

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top