Connect with us

Ahmad Safei Jadi Narasumber Dikancah Internasional

Advertorial

Ahmad Safei Jadi Narasumber Dikancah Internasional

YOGYAKARTA, SUARAKENDARI.COM- Jurusan politik dan pemerintahan, Fakultas ilmu sosial dan politik, Universitas Gajah Mada dan LSM Article 33 bekerjasama dengan Natural Resource Governance, mengembangkan tata kelola disektor industri ekstraktif di kawasan asia pasifik dengan program ” Simpul Pengetahuan “.

Kegiatan ini dihadiri diantaranya, beberapa pakar dan praktisi bahkan pelaku bisnis, serta sejumlah Bupati seperti Bupati Aceh Utara, Bojonegoro, Indra Giri Hulu dan masih banyak lagi. mereka memaparkan potensi dan saling memberikan masukan tentang pengelolaan potensi industri atraktif yang baik bahkan pengembanga kerjasama antar daerah guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Program ini bertujuan untuk mendorong adanya forum pimpinan daerah pada tingkat lokal di kawasan asia tenggara untuk berbagi pengalaman dalam melakukan pengelolaan industri ekstraktif. Sebagai wujud implementasi program “Simpul Pengetahuan” ini Fakultas Sospol,Article 33 dan NRG menghelat SEA local leader forum 2014, di hotel phonix Jogjakarta.

Kegiatan ini pun melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari narasumber beberapa pimpinan organisasi baik dari Philipina,Vietnam, dan beberapa kepala daerah yang salah satunya adalah Bupati Kolaka, termasuk sekretaris Asean, dan juga Rekktor UGM. Dalam kegiatan tersebut Bupati Kolaka H Ahmad Safei, membawakan presentasi dengan judul Public Private Partnership for Poverty Reduction.

Dalam pemaparannya Bupati Kolaka memperkenalkan Kabupaten Kolaka serta akses menuju Kolaka. Ada juga potensi di Kabupaten Kolaka, khusus bidang pertambangan terkait dengan industri ekstraktif, untuk itu diperlukan kebijakan pemerintah yang pro rakyat untuk meredusi kemiskinan.

Bupati Kolaka menjelaskan bahwa perlu kita pahami bahwa sesungguhnya kemiskinan itu ada dua hal yaitu kemiskinan struktural dan kemiskinan cultural. “Dengan berbagai potensi yang ada maka kita akan mendorong industri ekstraktif bidang pertambangan untuk mendorong percepatan pembangunan dibidang lainnya, artinya diharapkan bahwa ada kearifan kebijakan pemerintah pusat agar penghasilan atau hak seperti royalty bisa porsinya lebih besar diarahkan kepada daerah penghasil guna mendukung program dan pengembangan bahkan peningkatan komoditi lainnya,” kata Ahmad Safei, Senin (13/10/2014).

Ditambahkan oleh Ahmad Safei, untung saja beberapa perusahaan masih mempunyai komitmen tinggi dalam meredusi kemiskinan seperti pt antam dan vale indonesia dengan menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (csr).

Acara yang dibuka oleh Dekan Fisipol UGM, Prof Erwan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari suatu sistem demokratis, dimana dalam era demokratis ini merupakan peluang bagi otonomi daerah atau desentralisasi. “dalam mengatur, mengurus daerah dalam mensejahterakan rakyat, yang sudah barang tentu berawal dari kebijakan pimpinan daerah dalam rangka pengelolaan sumber daya alam,” katanya.

Dia menambahkan pemberian kewenangan yang besar dalam otonomi daerah memberikan peluang bagi kepala daerah untuk melakukan berbagai kebijakan untuk kesejahteraan rakyat. Disampaikan pula kegiatan yang dilaksnakan ini diupayakan agar terjadi brainstroming antar para pimpinan daerah dan peserta baik dalam dan luar negeri agar memperoleh solusi terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam guna kesejahteraan rakyat.

Prof Lutfi Azhari, perwakilan Usaid , menyampaikan bahwa forum ini merupakan forum untuk mewujudkan total goverment yang baik, adapun tujuan secara khusus program ini didukung oleh usaid yaitu mendorong terwujudnya otonomi dan pelayanan public, serta tata kelola pemerintahan yang baik. (ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Advertorial

To Top