Connect with us

Administrasi Bablas, Dewan Kritik Setda Bombana

Uncategorized

Administrasi Bablas, Dewan Kritik Setda Bombana

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana menuding pihak Sekretariat Daerah (Setda) Bombana tidak teliti dalam menata atau mengelolah dokumen kearsipan Daerah.

Akibatnya, dokumen berupa peraturan daerah (Perda) yang pernah dibuat, berpotensi diajukan kembali. Lemahnya, tata kelolah ke arsipan setda ini, terbukti ketika pemkab Bombana berencana mengajukan lagi rancangan Perda baru, tentang pengakuan perlindungan pemberdayaan masyarakat adat.

Padahal, perda tersebut menurut pantauan DPRD, sudah lama dibuat. “Ini bukti, kearsipan di Biro Hukum Setda Bombana lemah sekali. Kenapa Perda yang sudah dibuat, diajukan kembali,” ungkap Ahmad Yani Anggota DPRD Bombana.

Kata Yani, mestinya Pemkab ajukan revisi, bukan rancangan Baru. “Kalau revisi, ya.. boleh-boleh saja. Tapi ini rancangan Baru. Takutnya saya, semua perda yang pernah dihasilkan sejak Bombana terbentuk, tidak terarsip dengan baik. Ini yang fatal,” kritiknya.

Mencuatnya persoalan ini ketika Pekan lalu, pemkab Bombana bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pendalaman Sulawesi Tenggara gelar diskusi Publik.

Tujuannya untuk menjaring masukan masyarakat terkait penyusunan naskah akademik rencana pengajuan raperda tentang pengakuan perlindungan pemberdayaan masyarakat adat Moronene tobu Hukaea Laea yang kini bermukim disekitar wilayah taman Nasional Rawa Aopa Kabupaten Bombana. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top