Ada Mobilisasi Mahasiswa untuk Pulang Kampung Mencoblos

0

SUARAKENDARI.COM-Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak dimanfaatkan sebaik-baiknya warga untuk menyalurkan hak pilih mereka. Ini yang dilakukan puluhan mahasiswa dan pemuda asal Kabupaten Buton Utara yang memilih pulang kampung untuk mencoblos calon bupati pilihan mereka.

“Para mahasiswa dan pemuda asal Buton Utara secara bersama-sama pulang kampung untuk mencoblos calon pilihan kami,”ungkap Dasrun (43) simpatisan pasangan calon bupati/wakil bupati Buton Utara di Kendari, Senin.

Dasrun mengaku memfasilitasi mahasiswa dan pemuda yang terdaftar sebagai pemilih untuk pulang kampung. Karena mereka bersedia memilih kandidat yang memfasilitasi pulang kampung.

Bagi Dasrun apa yang dilakukannya hanya semata tanggung jawab moril menyukseskan pilkada. “Kalau mau hitung-hitung suara yang dikumpulkan dibandingkan dengan biaya mobilisasi pemilih dari Kota Kendari sesungguhnya pemborosan tetapi itulah seninya pilkada,” katanya.

Tak hanya mahassiwa asal Buton Utara, upaya mengumpulkan suara juga dirasakan pada kalangan mahasiswa dan pemuda yang berasal dari Kabupaten Wakatobi.

Pendukung salah satu pasangan calon dari Wakatobi menarik simpati pemilih dengan menggratiskan sewa kapal dengan komitmen memilih calon tertentu.

“Tidak masalah atas permintaan memilih calon yang membiayai pulang kampung. Yang jadi masalah kalau dia kalah dan tidak membiayai kembali ke Kendari,” kata Rais (22) sembari tersenyum.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan bahwa mobilisasi pemilih juga terjadi di daerah pemilihan Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka Timur, Muna dan Konawe Selatan.

Anggota Bawaslu Sultra Munsir Salam berpendapat tidak masalah bisa seseorang pulang kampung untuk mencoblos sepanjang sesuai syarat yang berlaku.

“Saya kira memilih adalah hak setiap warga negara. Dan dalam pilkada memilih tidak bisa dimandatkan kepada siapa pun,” kata Munsir. SK

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.