Connect with us

80 Persen Atribut Parpol dan Caleg Masih Terpasang Pinggir Jalan

Hukum & Kriminal

80 Persen Atribut Parpol dan Caleg Masih Terpasang Pinggir Jalan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Sekitar 80 persen atribut kampanye partai politik dan calon anggota legislatif hingga kini masih terpasang disepanjang jalan ibu kota Sultra, Kota Kendari.

Berdasarkan pantauan wartawan suara kendari tampak baleho dan bendera masih marak menempel di pohon, di tiang listrik maupun yang dipasang dengan penyanggah sendiri  di pinggir jalan.

Seperti  terlihat di sepanjang jalan protokol Mandonga Puwatu, Jalur dua dari Keluarahan  Kemaraya menuju arah kota lama, juga di wilayah Andonohu Poasia.

Ironisnya, yang terpanatu itu baru di jalan utama, dimana akses kendaraan umum begitu padat. Saat memasuki jalan diperumahan warga, atribut semakin marak, bahkan setiap tiang listrik menempel baleho caleg antara tiga sampai empat baleho.

Tak hanya baleho yang sebenarnya mudah dibersihkan di masa tenang ini, stiker-stiker caleg juga memenuhi sepanjang dinding pembatas perkantoran maupun pagar sekolah dan perguruan tinggi. “Bukannya berkurang, justeru jumlahnya kian bertambah dua hari menjelang pencoblosan,”kata Iwan, seorang warga Keluarahan Puwatu yang konfirmasi.   

Jika begini, kinerja panwas kembali dipertanyakan. “Mereka (panwas) sebenarnya kerja apa? Kok tidak punya kepedulian menertibkan atribut partai dan caleg di masa tenang seperti ini. Saya kira masih ada sekitar 80 persen alat peraga kampanye masih terpampang di pinggir jalan, “kata Iwan.

Namun, bukan hanya panwas yang disoroti, tetapi Iwan menyanyangkan kurangnya kesadaran para caleg dan parpol menertibakan atribut mereka. “Kembali lagi, warga harus sudah bisa menilai kinerja para caleg, karena belum apa-apa mereka sudah tidak taat aturan itu, bagaimana kalau mereka duduk, maka bukan mungkin, mereka akan sangat tidak akan peduli lagi dengan rakyat, “kata pria berkumis itu. YS

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top