500 Ha Sawah di Poleang Terancam Puso

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Dua bulan tidak diguyur hujan, sekitar 500 Hektar sawah di wilayah Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana dilanda kekeringan.

Para petani mulai cemas, sebab sejumlah irigasi yang mengintari persawahan mereka mulai mengalami keringan. Debit aliran sungai makin hari makin mengecil, hingga tidak mampu lagi mengairi sejumlah irigasi menuju lokasi persawahan masyarakat.

“Sudah dua bulan didaerah kami tidak pernah turun hujan. Semua sawah mulai kering,  air sungai makin hari makin mengecil. Kemarau ini mengancam gagal panen,”  tukas Amir petani setempat.

Dia dan rekan lainnya cuma pasrah, sebab tidak ada lagi cara lain, selain berharap semoga hujan lekas turun dan air sungai bisa mengalir lagi. “Mau di apa kasian, jika musim kemarau. Kami cuma berdoa, semoga hujan lekas turun,” harap petani lainnya.

Sedikitnya terdapat tiga wilayah area persawahan  yang paling menderita akibat terpaan kemarau di tahun ini. Diantaranya persawahan disekitar Desa Rompu-rompu dan Desa Tepoe dan wilayah Bambaea Kecamatan Poleang

H. Rasyid anggota DPRD Kabupaten Bombana mengaku prihatin amati kondisi Petani di Kecamatan Poleang. “Kemarau ini sudah sangat meresahkan petani. Harusnya ada langkah strategis dari Distan (Dinas pertanian) guna membantu para petani yang dilanda kekeringan tersebut,” ujarnya.

Politisi asal Partai Golkar ini berharap agar distan lekas mengambil sikap. “Harus ada langkah taktis, misalnya penyediaan sumor Bor atau semacamnya. Kasian petani kita sawahnya terancam puso,” tukasnya. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *