Connect with us

Tanpa Kontribusi, Izin Usaha Pelayaran Akan Dicabut

Bisnis

Tanpa Kontribusi, Izin Usaha Pelayaran Akan Dicabut

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap penghasilan asli daerah (PAD) Kolaka, Sulawesi Tenggara izin pelayaran pengusaha kapal yang beroperasi di Kolaka akan segera dicabut. Hal ini berlaku bagi seluruh perusahaan swasta terkecuali PT. ASDP. Pencabutan izin tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei kepada SUARAKENDARI.COM.

“Sekarang kita pikir saja selama puluhan tahun mereka berusaha di Kolaka tidak pernah memberikan kontribusi apa pun sama daerah. Yang kami minta itu hanya Rp.200.000 satu kali berlabuh, tidak banyak. Tetapi tidak mau juga, bahkan sudah pernah kita undang rapat bersama dan juga tidak ada tanggapan apapun. Nanti saya akan panggil satu kali lagi, kalau masih tidak mau juga ikut autran daerah akan saya cabut izin mereka itu,” kata Ahmad Safei, Selasa (10/06/2014).

Bupati Kolaka menilai para pengusaha itu tidak menunjukkan etikat baiknya untuk mendukung pembangunan daerah Kolaka. “Enak saja mereka mau berusaha di Kolaka tapi tidak mau membantu. Kalaju mereka sudah bayar di Bajoe, apa bedanya kami dengan Bajoe kami sama-sama daerah otonom. Nah kalau seperti itu bagaimana. Kami juga sudah hitung-hitung, kalau retribusi labuh itu tidak bakalan rugi ini pengusaha kapal fery,” tegasnya.

Dijelaskan pula enggannya pengusaha kapal fery untuk membayar retribusi terkait dengan keberadaan PT. ASDP. Sebab ASDP sendiri juga masih enggan untuk membayar lantaran telah terikan dengan aturan yang ada di Kementerian Perhubungan. “Apa urusannya mereka dengan ASDP. ASDP itu BUMN, kalau dia punya autran tersendiri coba kita lihat betul atau tidak. Tapi untuk yang swasta ini apa aturannya mereka. Enak saya dating berusaha tidak ada kontribusi sama daerah,” cetusnya.

Dipelabuhan fery Kolaka sendiri terdapat 10 kapal jenis roro yang melayani pelayaran dari Kolaka ke pelabuhan Bajoe, Sulawesi Selatan. Dalam satu hari terdapatlima kali jadwal keberangkatan. Namun dengan jadwal yang padat itu para pengusaha masih enggan membayar retribusi.

Secara terpisah pengelolah perushaan pelayaran yang namanya enggan disebutkan berkata keinginan Bupati Kolaka tersebut harus melihat kelancaran penumpang yang saat ini terjadi. “Kalau sekarang sulit pak, penumpang lagi sepi. Kalau bisa ada kebijakan lain lah dari pemda,” tutupnya. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top