34 PNS Bombana Berijazah Palsu ?

– BKD Bombana Membantah

SUARAKENDARI.COM-Tidak kunjung dibuka ke publik, rumor terkait jumlah PNS Kabupaten Bombana yang diduga berijazah palsu makin senter berseliweran ditengah masyarakat.

Kabar terakhir, jumlah PNS yang terjaring ijazah Palsu di Kabupaten Bombana berjumlah 34 orang. Kabar itu kian mengemuka di wilayah Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana. Bahkan datanya sudah terklasifikasi, diantaranya, terdapat salah seorang pejabat eselon II lingkup pemkab Bombana, pejabat seselon III dan 1V, serta sejumlah staf Pemkab.

Saat dikonfirmasi, Kepala BKD Bombana, Rusman S.Pd mengaku heran dengan berseliwerannya kabar itu. “Soal jumlah PNS di kabar itu, saya No, coment dulu,” singkatnya. Mantan Asisten I Pemkab Bombana ini mengaku tervonis oleh rumor yang sedang berkembang di masyarakat.

“Data dugaan ijazah palsu itu, masih di Kemenpan (Kementrian Pendayagunaan aparatur Negara dan Birokrasi hingga saat ini. Belum ada instruksinya dari sana terkait itu. Masa kita percaya sama rumor. Tidak boleh dong, apa lagi sumber angka itu, tidak jelas diambil dari mana,” tukasnya. 

Pejabat yang perna jadi Kadis Nakertrans Bombana ini mengajak masyarakat agar tidak berspekulasi terkait data PNS yang berijazah palsu di Bombana. ” Kita juga ini lagi menunggu data paten dari Kemenpan. Banyak hal yang mesti diklarifikasi secara utuh. Jangan sampai terdapat kekeliruan baik saat pengimputan data maupun putusan Kemenpan kelak nanti,” terang Rusman.

Diketahui, pemkab Bombana membentuk Tim khusus guna menelusuri dugaan kasus penggunaan ijazah palsu di lingkup pemkab Bombana.

Sejak Oktober lalu,  Tim pemkab Bombana sudah mengantongi sejumlah nama PNS Kabupaten Bombana yang diduga menggunakan ijazah palsu untuk kenaikan pangkat maupun tes untuk CPNS.

Nama-nama tersebut diperoleh setelah tim verifikasi ijazah palsu bentukan Pemkab Bombana menelusuri hingga ke universitas tempat para PNS tersebut memperoleh sebuah ijazah.

Namun sayang, nama-nama tersebut masih dikunci rapat-rapat oleh pihak pemkab Bombana agar tidak diketahui publik.
“Kami masih menunggu arahan dari Kemenpan-RB  terkait dugaan ijazah palsu ini,” sambung Rusman

Sebab penelusuran ijazah palsu itu merupakan instruksi dari Kemenpan-RB. “Setelah hasil penelusuran, kami setor ke Kemenpan. Di sana yang akan menentukan palsu tidaknya sebuah Ijazah. Kami  hanya menyetorkan sebuah data dan nama-nama yang diduga berijazah palsu tersebut,” pungkasnya.

Terkecuali jika sudah ada jawaban dari kemenpan kata Rusman baru bisa di buka nama-nama PNS yang terindikasi menggunakan ijazah palsu tersebut. “Nama-nama itu sudah kami setor ke Kemenpan.  Saat ini kami masih tunggu jawaban dari sana,” tutupnya. (DAR) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *