Warga di Bombana Diduga Terpapar Merkuri

SUARAKENDARI.COM-Kisah miris datang dari Negeri Emas Bombana sebagaimana ditulis disebuah situs berbahasa asing http://www.youcaring.com/ tentang kondisi anak yang diduga terpapar merkuri. Seperti diulas situs tersebut, Cerita antara Februari dan Maret 2015, organisasi BaliFokus Foundation, dan sekelompok dokter dari Medicuss Foundation, mengunjungi 3 skala kecil hotspot tambang emas di Indonesia: Bombana, Sekotong dan Cisitu. Semua penambang dan masyarakat di 3 hotspot ini digunakan merkuri untuk mengekstrak emas. Unit pengolahan tersebar di desa, antara rumah-rumah, halaman depan dan halaman belakang. Mereka juga membakar amalgam dekat rumah dan operasi berjalan selama 24 jam.

Tim dari organisasi ini mengklAim menemukan 30 anak dalam kondisi iklan dan tidak pernah didiagnosis dengan benar.

Dita adalah gadis kecil malang dari daerah terpencil Bombana, Sulawesi Tenggara. Dia lahir sehat, tapi setelah mencapai berusia 3 tahun, kesehatannya menurun tajam. Dia tidak bisa duduk atau berdiri dengan dirinya sendiri lagi, hanya membuat suara melengking dan kesakitan sepanjang waktu.

Rumahnya digunakan untuk menjadi tempat berkumpulnya orang tuanya dan teman-teman mereka, keluarga, tetangga membakar amalgam yang mengandung merkuri untuk mengekstrak emas. Keuntungan jangka pendek yang diperoleh oleh orang tuanya dan orang dewasa lainnya menciptakan rasa sakit jangka panjang untuk Dita.

Ibunya juga loss pendengarannya, menderita gangguan bicara, dan mental tidak cocok untuk merawat putrinya sendiri. Tetangga dan kerabat mereka mengurus ibu dan anak sebagai ayah Dita telah meninggalkan mereka beberapa tahun yang lalu.

Dita membutuhkan penilaian medis dan pengobatan medis. Sekarang dia mendesak perlu dirawat di rumah sakit dan membutuhkan bantuan dari kita semua untuk mencari tahu apa yang salah dengan tubuhnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

“Kami telah mengirim laporan temuan kami pada bulan April 2015 untuk pejabat di tingkat nasional maupun tingkat lokal, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari instansi kesehatan terkait,”tulis Balifocus.

Ketika tim mengunjungi lagi pada minggu pertama Agustus 2015, kondisi Dita telah memburuk. Dia perlu untuk mendapatkan penilaian medis yang tepat dan dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan makanan sehat dan obat-obatan untuk meringankan rasa sakitnya. Untuk saat ini tim terpaksa membuka donasi untuk mengumpulkan sumbangan. SK/www.youcaring.com