Connect with us

Honor Telat, PPK di Konawe Mengamuk

Uncategorized

Honor Telat, PPK di Konawe Mengamuk

KONAWE, SUARAKENDARI.COM- Nampak serpihan kursi plastik berceceran di salah satu ruangan sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe. Tidak hanya itu sebuah lemari biro nampak rusak, akibat ulah dari sekolompok orang yang mengamuk selasa sore kemarin .

Insiden itu merupakan buah kemarahan dari Panitia Pemungutan kecamatan (PPK) Kepulauan Wawonii, terkait keterlambatan pembayaran Honor dan Biaya Oprasional (BOP) pengurus PPK tujuh kecamatan di kabupaten Konawe Kepulauan, yang merasa dipermainkan oleh sekretaris KPUD Konawe dan staffnya.

Sekretaris KPUD Konawe Harianto Haeba Saat di konfirmasi diruangannya,Rabu Siang (12/2) membenarkan insiden keributan tersebut.

“Pemicu terjadinya insiden karena PPK kepulauan wawonii (tujuh kecamatan) menuntut supaya dibayarkan dana BOPnya. Sudah dijelaskan oleh bendahara, bahwa dana BOP itu belum dimintakan di KPPN, tapi mereka tidak mau dengar, mereka ingin agar honor plus dana BOP dibayarkan hari itu juga,” ujar Harianto.

Lanjut Haeba, sesuai mekanisme, pembayaran BOP dilakukan setelah penerimaan honor dilakukan. Penyebab lain, karena keterlambatan PPK dilantik, dimana seharusnya ke tujuh PPK dilantik bulan Januari, namun pelantikan baru dilaksanakan pada maret 2014 silam , sehingga Nomor SK mereka baru diambil dan disetorkan di KPPN.

Sementara itu, PPK Wawonii Kepulauan, Makmur, S.Sos saat di hubungi via telepon mengungkapkan kronologis kejadian itu. “Saat para PPK wawonii mengkonfirmasi ke sekretaris KPUD Konawe perihal pembayaran honor dan BOP PPK. Sekretaris ketika itu langsung memanggil bendahara, namun bendahara KPUD Konawe beralasan dana yang ada belum cukup dan itu kami maklumi, namun adanya kesepakatan teman – teman PPK yang berada di daratan dapil 1, 2, 3, 4,dan 5, yang mengatakan untuk honor dan BOP di berikan dulu kepada PPK 7 kecamatan yg ada di wawonii, mengingat interfal waktunya dan jarak yang jauh.

“Kami menunggu dari pagi sampai jam 2 siang, kami sudah dijanjikan akan dibayar. Saat jam 5 lewat kita sudah diberi kwitansi untuk terima,setelah kita analisa ternyata yang kita terima hanya hanya untuk pembayaran honor saja, sementara BOP tidak dibayar. Alasanya tidak cukup uang. “Lantas kami mau pulang ke wawonii mau pake uang apa?,” ujar Makmur.

Lebih lanjut Makmur mengatakan, bila mengacu Ke surat keputusan yang berlaku sejak januari – februari meskipun pelantikannya diundur, pembayaran honor harus bersamaan dengan BOP. “Adanya alasan keterlambatan pelantikan itu alasan mereka ( Sekretaraiat KPUD Konawe), tidak ada hubunganya dengan Komisioner KPUD Knawe,”katanya.

Soal Pembayaran Honor dan BOP yang telah dilaksanakan oleh Sekretariat KPUD konawe, Makmur mengatakan, sangat kontradiktif “Kalau kami tidak melakukan insiden kemarin mereka tidak akan terbuka soal Dana tersebut”, Tutup Mamur. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top