Connect with us

123 Foundation Bangun Perpustakaan Desa di Konawe Selatan

News

123 Foundation Bangun Perpustakaan Desa di Konawe Selatan

123 Foundation Bangun Perpustakaan Desa di Konawe Selatan

SUARAKENDARI.COM-Duduk melantai tak membuat belasan anak-anak merasa bosan. Mereka nampak tenang membaca buku  di ruang yang tak seberapa luas itu. Di sana buku-buku dengan aneka judul tersusun rapi meski jumlahnya belum seberapa banyak.  Perpustakaan mini milik Pemerintah Desa Pamandati, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan baru saja diresmikan oleh Camat Lainea, diklaim sebagai perpusatakaan pertama yang digagas kelompok yang menyebut diri 123 Foundation, komunitas pemerhati pendidikan yang merupakan alumni SMA di Kota Kendari .

“Alhamdulillah peresmian Perpustakaan Desa Pamandati Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan oleh camat Lainea. Perpustakaan desa pertama di Konsel. Terimakasih yang tak terhingga untuk yang sudah menyumbang buku, tenaga,”kata Isna Gunfa, salah satu pendiri Komunitas 123 Foundation.

Menurut Isna, perpustakaan tersebut masih sangat sederhana. Buku-buku juga masih terbatas dengan berbagai macam buku mulai dongeng tradisional, buku terkait lingkungan seperti penanggulangan sampah, mangrove, tips parenting, dan lain-lain. Meski begitu keberadaan perpustakaan diyakini akan sangat bermanfaat bagi warga desa. “Semoga Perpustakaan desa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pamandati dan sekitarnya,’katanya.

Pihak komunitas juga memberikan apresiasi besar untuk Kepala Desa Pamandati, Hamid yang sangat merespon dan menggerakkan warganya dari usia dini tentang pentingnya transformasi informasi, pengetahuan dan pengalaman melalui pustaka. “Ternyata semakin banyak pemimpin  wilayah yang peduli dengan kemajuan daerahnya. Ini merupakan sumbangsih 123 Foundation untuk negeri yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017.

Perpustakaan desa ini digagas oleh 123 Foundation yang merupakan alumni salah satu SMA Negeri di Kota Kendari. Anggotanya yang sudah berhasil dan kerja tersebar diberbagai kota membuat mereka jarang bertemu. Ide membangun perpustakaan desa ini bermula dari kegiatan  reuni, kemudian tercetuslah untuk mendirikan perpustakaan desa sebagai salah satu kegiataanya.

“Kitapun seyogyanya mencontoh apa yang dilakukan oleh teman-teman dari 123 Foundation, bahwasannya untuk reuni tidak harus dirayakan dengan kumpul-kumpul dan berfoya-foya. Namun dengan melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat kepada masyarakat,”kata Rizal Adi Saputra melalui media social miliknya. SK

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in News

To Top